Besi beton polos

Besi beton polos adalah baja tulangan beton berpermukaan licin tanpa sirip atau ulir. Simak ukuran standar P6 hingga P50, berat per meter, berat per batang 12 meter, dan spesifikasi berdasarkan SNI 2052:2024.

Gambar Baja Tulangan Polos (BjTP) diameter < 12mm
IDR 15.602
per kg

Bagikan

Spesifikasi

Kategori
Besi Beton
Satuan
kg

Deskripsi

Besi beton polos adalah baja tulangan berbentuk batang dengan penampang bulat dan permukaan rata tanpa sirip atau ulir. Material ini dikenal sebagai baja tulangan beton polos atau BjTP dan digunakan dalam pekerjaan beton bertulang sesuai kebutuhan desain struktur. Berdasarkan SNI 2052:2024, ukuran besi beton polos yang tercantum dalam standar meliputi diameter nominal 6 mm, 8 mm, 10 mm, 12 mm, 14 mm, 16 mm, 19 mm, 22 mm, 25 mm, 28 mm, 32 mm, 36 mm, 38 mm, 40 mm, dan 50 mm.

Ukuran Besi Beton Polos yang Umum Dijumpai

Di pasaran, ukuran besi beton polos yang sering dijumpai untuk pekerjaan konstruksi umum antara lain diameter 6 mm, 8 mm, 10 mm, 12 mm, dan 16 mm. Ukuran yang lebih besar, seperti 19 mm, 22 mm, 25 mm, 28 mm, dan seterusnya, juga tercantum dalam standar, tetapi ketersediaannya bergantung pada produsen, distributor, dan kebutuhan proyek. Diameter nominal tidak selalu sama dengan hasil pengukuran diameter aktual; pemeriksaan harus mengikuti ketentuan toleransi standar.

Tabel Berat Besi Beton Polos Berdasarkan SNI 2052:2024

Tabel berikut memuat seluruh ukuran besi beton polos yang tercantum dalam Tabel 2 SNI 2052:2024. Berat per meter mengikuti nilai nominal pada standar, sedangkan berat per batang merupakan hasil perhitungan untuk panjang 12 meter.

No.PenamaanDiameter nominal (mm)Luas penampang nominal (mm²)Berat nominal (kg/m)Berat per batang 12 m (kg)
1P66280,2222,664
2P88500,3954,740
3P1010790,6177,404
4P12121130,88810,656
5P14141541,20814,496
6P16162011,57818,936
7P19192842,22626,712
8P22223802,98435,808
9P25254913,85346,236
10P28286164,83458,008
11P32328046,31375,756
12P36361.0187,99095,880
13P38381.1348,903106,836
14P40401.2579,865118,380
15P50501.96415,413184,956

Sumber acuan ukuran, luas penampang, dan berat nominal per meter: SNI 2052:2024, Tabel 2 – Ukuran baja tulangan beton polos. Berat per batang 12 meter dihitung dengan mengalikan berat nominal per meter dengan 12.

Catatan tentang berat dan panjang batang: Panjang 12 meter merupakan panjang yang umum diperdagangkan, bukan satu-satunya panjang yang diatur dalam standar. SNI 2052:2024 mencantumkan ketentuan panjang dan toleransi panjang untuk batang baja tulangan. Oleh karena itu, berat pada kolom terakhir berlaku untuk perhitungan batang sepanjang tepat 12 meter; jika panjang aktual berbeda, beratnya juga berubah.

Mutu dan Toleransi Besi Beton Polos

SNI 2052:2024 mencantumkan kelas baja tulangan polos BjTP 280. Berdasarkan tabel sifat mekanis standar tersebut, kelas ini memiliki kuat leleh minimum 280 MPa dan kuat tarik dalam rentang yang ditentukan standar. Mutu produk tidak dapat dipastikan hanya dari diameter atau beratnya, sehingga penandaan produk, identitas produsen, dan dokumen mutu tetap perlu diperiksa.

Standar tersebut juga menetapkan toleransi diameter besi beton polos berdasarkan kelompok ukuran. Untuk diameter 6 mm, toleransinya ±0,3 mm; diameter 8–14 mm, ±0,4 mm; diameter 16–25 mm, ±0,5 mm; diameter 28–32 mm, ±0,6 mm; dan diameter 36 mm ke atas, ±0,8 mm. Ketentuan penyimpangan kebundaran juga berlaku sesuai tabel standar.

Kegunaan Besi Beton Polos

Besi beton polos sering digunakan sebagai begel atau sengkang, tulangan pendukung, serta tulangan pada komponen beton tertentu sesuai desain. Ukuran kecil seperti P6 dan P8 kerap dijumpai untuk pekerjaan tulangan berdiameter kecil, sedangkan P10, P12, dan P16 dapat digunakan pada berbagai kebutuhan penulangan sesuai perhitungan. Untuk elemen struktural utama seperti balok, kolom, pelat, dan fondasi, jenis baja serta diameter tulangan harus mengikuti gambar kerja dan perhitungan struktur, bukan hanya kebiasaan penggunaan di lapangan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli

Periksa diameter nominal, panjang batang, kondisi permukaan, penandaan mutu, identitas produsen, serta dokumen kesesuaian produk. Gunakan tabel berat nominal sebagai acuan untuk menghitung kebutuhan material dan membandingkan kuantitas pembelian. Perlu diingat bahwa tabel berat ini merupakan acuan nominal standar, bukan jaminan bahwa setiap batang yang dijual otomatis memenuhi SNI. Untuk memastikan kesesuaian, pemeriksaan harus mencakup persyaratan dimensi, sifat mekanis, dan dokumen mutu produk.

Pengaturan Cookie

Kami menggunakan cookie yang diperlukan agar website berjalan. Cookie analitik/opsional hanya dijalankan setelah Anda memilih Terima. Baca Kebijakan Cookie .