Besi Beton 8mm Polos

Besi beton polos 8 mm atau Ø8 memiliki panjang standar 12 meter dan berat teoritis sekitar 4,74 kg per batang. Simak spesifikasi, mutu baja, kegunaan, dan tips memilih besi beton sesuai SNI.

Gambar Baja Tulangan Polos (BjTP) diameter < 12mm
IDR 15.602
per kg

Bagikan

Spesifikasi

Kategori
Besi Beton
Satuan
kg

Deskripsi

Besi beton polos 8 mm, yang sering ditulis Ø8, merupakan baja tulangan berpenampang bulat dengan diameter nominal 8 milimeter dan permukaan licin tanpa ulir. Ukuran ini banyak digunakan dalam pekerjaan konstruksi rumah tinggal, bangunan sederhana, serta berbagai pekerjaan beton yang membutuhkan tulangan berdiameter relatif kecil. Besi beton polos Ø8 juga sering digunakan untuk membuat begel atau sengkang yang mengikat tulangan utama pada kolom dan balok beton bertulang.

Spesifikasi Teknis dan Berat Standar SNI

Besi beton polos 8 mm umumnya tersedia dalam panjang standar 12 meter per batang. Berdasarkan perhitungan teoritis menggunakan rumus berat baja tulangan, yaitu diameter kuadrat dibagi 162, berat besi Ø8 adalah sekitar 0,395 kg per meter atau 4,74 kg per batang sepanjang 12 meter. Angka ini merupakan berat teoritis, sehingga berat aktual dapat berbeda sesuai dimensi produk dan toleransi yang diizinkan oleh standar yang berlaku.

Dari segi mutu, salah satu klasifikasi baja tulangan polos adalah BjTP 280, yaitu baja tulangan polos dengan kuat leleh minimum 280 MPa. Namun, mutu dan kesesuaian produk harus dipastikan melalui penandaan pada batang, identitas produsen, dokumen mutu, serta dokumen kesesuaian terhadap SNI 2052:2024. Jangan hanya mengandalkan keterangan Full SNI dari penjual tanpa memeriksa bukti pendukungnya.

Kegunaan Utama Besi Beton Polos 8 mm

1. Begel atau sengkang kolom: Besi beton polos Ø8 sering digunakan untuk membentuk begel yang mengikat tulangan utama pada kolom beton bertulang. Begel membantu menjaga posisi tulangan utama, mempertahankan susunan tulangan selama pengecoran, serta berperan dalam menahan gaya geser dan mengendalikan perilaku tulangan sesuai desain struktur.

2. Begel atau sengkang balok: Besi Ø8 dapat digunakan sebagai sengkang pada balok beton bertulang apabila diameter, jarak, dan detail pemasangannya memenuhi perhitungan struktur. Sengkang membantu menahan gaya geser dan menjaga tulangan utama tetap berada pada posisi yang direncanakan.

3. Tulangan pelat beton: Besi beton polos 8 mm dapat digunakan sebagai tulangan pelat untuk pekerjaan tertentu apabila sesuai dengan spesifikasi teknis dan perhitungan struktur. Penggunaan sebagai tulangan pelat lantai atau dak harus mempertimbangkan bentang, beban, ketebalan pelat, jarak tulangan, serta kondisi tumpuan. Diameter Ø8 tidak otomatis sesuai untuk semua jenis pelat beton.

4. Pekerjaan beton nonstruktural: Besi polos Ø8 dapat digunakan pada beberapa pekerjaan beton nonstruktural, seperti elemen beton kecil dan komponen pendukung, jika sesuai dengan kebutuhan teknis. Penggunaan tetap harus memperhatikan fungsi elemen, kondisi pembebanan, dan ketentuan pelaksanaan pekerjaan.

5. Tulangan pendukung: Dalam pekerjaan beton bertulang, besi Ø8 dapat digunakan sebagai tulangan pendukung atau bagian dari susunan tulangan yang ditentukan dalam gambar kerja. Fungsi dan penempatannya harus jelas agar tidak menggantikan tulangan utama yang dibutuhkan oleh perhitungan struktur.

Tips Sebelum Membeli Besi Beton Polos 8 mm

Sebelum membeli, periksa diameter aktual, panjang batang, kondisi permukaan, penandaan mutu, identitas produsen, serta dokumen kesesuaian produk. Berat teoritis sekitar 4,74 kg per batang dapat digunakan sebagai acuan awal untuk menghitung kebutuhan material dan memeriksa kuantitas pembelian. Namun, berat saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa besi telah memenuhi seluruh persyaratan mutu dan standar.

Karena permukaannya licin, besi beton polos memiliki karakteristik lekatan dengan beton yang berbeda dari besi beton ulir. Oleh sebab itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan fungsi tulangan dan ketentuan desain. Untuk kolom, balok, fondasi, serta pelat lantai, diameter dan jarak tulangan harus mengikuti gambar kerja serta perhitungan tenaga ahli struktur, bukan hanya berdasarkan kebiasaan penggunaan di lapangan.

Pengaturan Cookie

Kami menggunakan cookie yang diperlukan agar website berjalan. Cookie analitik/opsional hanya dijalankan setelah Anda memilih Terima. Baca Kebijakan Cookie .