Besi beton ulir 10 mm
Besi beton ulir 10 mm atau D10 memiliki panjang standar 12 meter dan berat teoritis sekitar 7,40 kg per batang. Simak spesifikasi, mutu baja, kegunaan, dan tips memilih besi beton ulir sesuai SNI.
Spesifikasi
- Kategori
- Besi Beton
- Satuan
- kg
Deskripsi
Besi beton ulir 10 mm, yang sering ditulis D10 atau Ø10 ulir, merupakan baja tulangan beton dengan diameter nominal 10 milimeter dan permukaan bersirip atau berulir. Sirip pada permukaannya membantu meningkatkan lekatan mekanis antara baja dan beton sehingga tulangan tidak mudah bergeser ketika struktur menerima beban. Besi beton ulir ukuran ini digunakan dalam berbagai pekerjaan konstruksi, termasuk elemen beton bertulang yang membutuhkan karakteristik lekatan sesuai perencanaan struktur.
Spesifikasi Teknis dan Berat Standar SNI
Besi beton ulir 10 mm umumnya tersedia dalam panjang standar 12 meter per batang. Berdasarkan perhitungan teoritis dengan rumus berat baja tulangan, yaitu diameter kuadrat dibagi 162, berat besi D10 adalah sekitar 0,617 kg per meter atau 7,41 kg per batang sepanjang 12 meter. Angka tersebut merupakan berat teoritis, sedangkan berat aktual dapat berbeda sesuai dimensi produk dan toleransi yang diizinkan oleh standar berlaku.
Dari segi mutu, besi beton ulir memiliki beberapa klasifikasi baja tulangan, termasuk kelas dengan kuat leleh nominal tertentu sesuai standar dan spesifikasi produk. Salah satu mutu yang dikenal adalah BjTS 420B atau BjTS 420C. Angka 420 menunjukkan kuat leleh minimum 420 MPa, sedangkan huruf klasifikasi menunjukkan kategori dengan persyaratan yang perlu diperiksa pada standar terkait. Pastikan mutu produk melalui penandaan batang, identitas produsen, dokumen mutu, dan dokumen kesesuaian terhadap SNI 2052:2024. Sebutan Full SNI dari penjual saja tidak cukup untuk memastikan kesesuaian produk.
Kegunaan Utama Besi Beton Ulir 10 mm
1. Tulangan balok beton: Besi beton ulir D10 dapat digunakan sebagai tulangan balok apabila diameter dan jumlah batangnya sesuai dengan perhitungan struktur. Permukaan bersirip membantu meningkatkan lekatan dengan beton, sedangkan penempatan tulangan harus mengikuti kebutuhan gaya tarik, lentur, dan persyaratan penyaluran tulangan.
2. Tulangan kolom beton: Besi ulir 10 mm dapat digunakan sebagai tulangan longitudinal pada elemen kolom tertentu jika memenuhi persyaratan desain dan ketentuan teknis yang berlaku. Pemilihan diameter tidak boleh hanya didasarkan pada jumlah lantai bangunan, tetapi harus mempertimbangkan beban, dimensi kolom, mutu beton, mutu baja, serta ketentuan struktur.
3. Tulangan pelat lantai dan dak beton: Besi beton ulir D10 dapat digunakan sebagai tulangan pelat lantai atau dak apabila sesuai dengan hasil perhitungan. Diameter, jarak antarbatang, jumlah lapisan, dan posisi tulangan ditentukan berdasarkan bentang pelat, beban rencana, tebal pelat, serta kondisi tumpuan.
4. Tulangan fondasi: Besi ulir 10 mm dapat digunakan pada elemen fondasi beton bertulang jika sesuai dengan gambar kerja dan kebutuhan desain. Tulangan berfungsi membantu menahan gaya tarik dan lentur yang timbul akibat beban struktur. Jumlah, jarak, panjang penyaluran, dan detail sambungan harus mengikuti perencanaan teknis.
5. Tulangan dinding beton: Besi beton ulir D10 dapat digunakan sebagai tulangan pada dinding beton bertulang atau elemen pendukung lainnya jika ditentukan dalam desain. Penggunaannya harus mempertimbangkan fungsi dinding, beban yang bekerja, kondisi lingkungan, serta persyaratan penempatan dan selimut beton.
Tips Sebelum Membeli Besi Beton Ulir 10 mm
Sebelum membeli, periksa diameter nominal, panjang batang, bentuk dan kondisi sirip, penandaan produsen dan mutu, serta dokumen kesesuaian produk. Berat teoritis sekitar 7,41 kg per batang dapat digunakan sebagai acuan awal untuk menghitung kebutuhan material dan memeriksa kuantitas pembelian. Namun, berat saja tidak dapat membuktikan mutu baja atau kesesuaian produk terhadap SNI.
Perlu diperhatikan bahwa diameter yang sama tidak berarti besi beton polos dan ulir memiliki karakteristik lekatan yang sama. Besi ulir memiliki sirip yang dirancang untuk meningkatkan ikatan mekanis dengan beton. Untuk pekerjaan struktural, pemilihan diameter, mutu, jumlah, dan jarak tulangan harus mengikuti gambar kerja serta perhitungan tenaga ahli struktur, bukan hanya berdasarkan ukuran yang umum digunakan di lapangan.
Analisa terkait
- Pemasangan 1 Buah Bak Beton volume 1 m³
- 1 kg Penulangan slab untuk BjTP diameter ≥ 12 mm, cara Semi mekanis (untuk bangunan gedung)
- Pemasangan 1 m² Dinding Batako dengan Mortar Tipe N,fc 5,2 Mpa (Setara Campuran 1SP : 4PP)
- Pemasangan 1 m² Dinding Conblock HB15 dengan Mortar Tipe S, fc 12,5 MPa (Setara Campuran 1SP : 3PP)
- 1 kg Penulangan kolom, balok, ring balk, sloof, dan shearwall untuk BjTP diameter ≥ 12 mm, cara Semi mekanis (untuk bangunan gedung)
- Pemasangan 1 m² Dinding Conblock HB15 dengan Mortar Tipe N, fc 5,2 MPa (Setara Campuran 1SP : 4PP)