Agregat Kasar
Agregat kasar berupa butiran mineral keras. Digunakan sebagai material utama campuran beton, perkerasan jalan, dan fondasi konstruksi bangunan
Spesifikasi
- Kategori
- Batu
- Satuan
- kg
Deskripsi
Agregat kasar merupakan material granular yang terdiri dari butiran mineral keras, seperti batu pecah atau kerikil, dengan ukuran yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan pekerjaan. Dalam campuran beton, agregat kasar membentuk bagian utama dari volume campuran dan membantu menghasilkan beton yang padat serta memiliki kekuatan sesuai rancangan. Kualitasnya dipengaruhi oleh gradasi, kekerasan, kebersihan, bentuk butiran, dan ketahanan terhadap keausan.
Dalam pekerjaan bangunan dan infrastruktur, agregat kasar digunakan sebagai bahan campuran beton untuk fondasi, kolom, balok, pelat lantai, dan elemen struktural lainnya. Material ini juga digunakan pada perkerasan jalan serta pekerjaan fondasi tertentu sesuai spesifikasi teknis. Ukuran butiran dan gradasi agregat harus disesuaikan dengan mutu beton, dimensi elemen, jarak tulangan, dan kebutuhan pemadatan agar campuran dapat dikerjakan dengan baik.
Biasanya memiliki diameter di atas 4,75 mm (atau di atas 5 mm). Contoh agregat kasar adalah kerikil, koral, dan batu pecah (split). Fungsinya memberikan volume dan kekuatan tekan pada campuran. (> 4,75 mm hingga maksimal 40 mm (4 cm))
Analisa terkait
- 1 m³ Fondasi Beton Siklop, 60% Beton fc' 15 MPa : 40% Batu Belah untuk Volume s.d. 200 m³ secara manual
- 1 m³ Fondasi Beton Siklop, 60% Beton fc' 15 MPa : 40% Batu Belah untuk Volume > 200 m³ secara manual
- 1 m³ Fondasi Beton Siklop, 60% Beton fc' 15 MPa : 40% Batu Belah untuk Volume > 200 m³ secara semi-mekanis
- 1 m³ Fondasi Beton Siklop, 70% Beton fc' 15 MPa : 30% Batu Belah untuk Volume > 200 m³ secara manual
- 1 m³ Fondasi Beton Siklop, 70% Beton fc' 15 MPa : 30% Batu Belah untuk Volume > 200 m³ secara semi-mekanis
- Pemasangan 1 m³ Batu Kosong (Aanstamping) untuk Fondasi Gedung