Agregat Pengunci (Split 1/2 atau 2/3)
Agregat pengunci terdiri dari batu kecil yang mengganjal dan mengunci batu-batu besar di bawahnya agar struktur jalan tidak mudah bergeser
Spesifikasi
- Kategori
- Batu
- Satuan
- m³
Deskripsi
Agregat pengunci merupakan material batu berukuran lebih kecil yang digunakan untuk mengisi celah di antara batu-batu besar pada lapisan perkerasan jalan, seperti konstruksi makadam. Material ini membantu mengganjal dan mengunci susunan batu utama sehingga membentuk lapisan yang lebih rapat dan stabil. Ukuran serta gradasi agregat pengunci disesuaikan dengan rongga yang terbentuk di antara batu utama.
Dalam pekerjaan jalan, agregat pengunci dihamparkan di atas lapisan batu utama untuk mengurangi rongga dan membantu mencegah batu bergeser akibat beban kendaraan. Setelah dihamparkan, material dipadatkan agar mengisi celah dengan baik dan memperkuat ikatan mekanis antarbatu. Penggunaan agregat pengunci yang sesuai membantu menjaga kestabilan lapisan jalan sebelum dilakukan pekerjaan lapisan penutup.
Batu pecah berukuran lebih kecil (biasanya ukuran 2/3 cm atau 1/2 cm) yang dihamparkan di atas agregat pokok. Fungsinya adalah mengisi rongga-rongga kosong di antara agregat pokok yang telah dipadatkan, sehingga seluruh lapisan batu menjadi rapat, tidak bergeser, dan benar-benar mengunci (interlocking).
Analisa terkait
- Pembuatan 1 m² Jalan Sementara (Lapis Makadam)
- 1 m³ Fondasi Beton Siklop, 70% Beton fc' 15 MPa : 30% Batu Belah untuk Volume > 200 m³ secara semi-mekanis
- Timbunan dan Pemadatan Makadam secara Semi Mekanis
- 1 m³ bronjong kawat digalvanis, lubang heksagonal 80 x 100mm; beda tinggi > 3 s.d. 4 m’ berkontak langsung dengan tanah (kawat dibuat sendiri)
- Pemasangan 1 m³ Fondasi Batu Belah Campuran 1 SP : 6 PP, Cara Semi Mekanis
- Pemasangan 1 m³ Fondasi Batu Belah Mortar Tipe N (5,2 MPa) Setara 1 SP : 4 PP, Cara Manual