Agregat pokok (Batu pecah 3/5)
Agregat pokok adalah batu pecah berukuran relatif besar yang menjadi lapisan utama pembentuk badan dan struktur kekuatan lapisan jalan.
Spesifikasi
- Kategori
- Batu
- Satuan
- m³
Deskripsi
Agregat pokok merupakan material batu pecah berukuran relatif besar yang digunakan sebagai lapisan utama dalam konstruksi perkerasan jalan, terutama pada metode perkerasan makadam. Batu-batu ini disusun dan dipadatkan untuk membentuk lapisan dasar yang stabil serta membantu menyebarkan beban kendaraan ke lapisan di bawahnya. Ukuran, kekerasan, dan kualitas batu perlu disesuaikan dengan spesifikasi pekerjaan jalan.
Dalam pekerjaan jalan, agregat pokok berfungsi membentuk badan perkerasan dan menjadi struktur utama sebelum rongga di antara batu diisi menggunakan agregat pengunci. Setelah proses penguncian dan pemadatan, lapisan dapat diberi agregat penutup sesuai metode yang digunakan. Ketebalan lapisan dan ukuran batu ditentukan berdasarkan kondisi tanah dasar, beban lalu lintas, serta persyaratan teknis perkerasan jalan.
Biasanya menggunakan batu berukuran besar (seperti batu pecah 5/7 atau 3/5). Agregat ini dihamparkan terlebih dahulu dan digilas dengan mesin penggilas (roller) hingga saling mengunci.
Analisa terkait
- Pembuatan 1 m² Jalan Sementara (Lapis Makadam)
- 1 m³ Fondasi Beton Siklop, 60% Beton fc' 15 MPa : 40% Batu Belah untuk Volume s.d. 200 m³ secara manual
- 1 m³ bronjong kawat digalvanis, lubang heksagonal 80 x 100mm; beda tinggi > 0 s.d. 1 m’ tidak berkontak langsung dengan tanah (kawat dibuat sendiri)
- Pemasangan 1 m³ Fondasi Batu Belah Mortar Tipe N (5,2 MPa) Setara 1 SP : 4 PP, Cara Semi Mekanis
- 1 m³ kawat bronjong digalvanis, lubang heksagonal 100 x 120mm; beda tinggi > 3 s.d. 4 m’ berkontak langsung dengan tanah (kawat dibuat sendiri)
- Pemasangan 1 m³ Fondasi Batu Belah Mortar Tipe M (17,5 MPa) Setara 1 SP : 2 PP, Cara Manual