Batu kerikil uk. 2–3 cm

Batu kerikil uk. 2–3 cm (agregat kasar ukuran 20–30 mm) adalah batuan pecah (crushed stone) atau batuan alam yang lolos uji saring dengan rentang dimensi 20 mm hingga 30 mm. Material ini memiliki permukaan bersudut (angular) atau membulat (rounded) dengan tingkat kekerasan batuan yang tinggi.

Gambar Kerikil
IDR 229.992
per m³

Bagikan

Spesifikasi

Kategori
Kerikil
Satuan
m³

Deskripsi

Batu kerikil ukuran 2–3 cm atau dalam dunia konstruksi dikenal sebagai batu split ukuran 2/3 merupakan salah satu ukuran agregat kasar yang banyak dicari. Ukuran ini dinilai cukup ideal karena tidak terlalu kecil sehingga penggunaan semen dapat disesuaikan dengan kebutuhan campuran, dan tidak terlalu besar sehingga relatif mudah digelar serta diratakan.

Tergantung pada jenisnya, kerikil berukuran 2–3 cm memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari kebutuhan konstruksi hingga dekorasi dan lanskap.

Kebutuhan Konstruksi (Batu Split Pecah Mesin)

Batu kerikil hasil pemecahan mesin (stone crusher) memiliki sudut-sudut tajam yang dapat membantu ikatan mekanis dengan pasta semen. Jenis ini digunakan dalam pengecoran beton untuk lantai dasar (slab), jalan beton perumahan, akses pergudangan, serta pondasi yang membutuhkan kekuatan sesuai perencanaan teknis.

Dalam pekerjaan pematangan lahan dan pengurukan, batu split juga digunakan sebagai lapisan dasar (base course) sebelum pemasangan aspal atau paving block. Lapisan ini membantu menstabilkan permukaan dan mendistribusikan beban agar tanah di bawahnya tidak mudah amblas, selama dipasang dan dipadatkan dengan benar.

Batu pecah dengan ukuran dan karakteristik yang sesuai juga dapat digunakan sebagai material bantalan rel kereta api. Fungsinya adalah membantu menahan pergeseran, meredam getaran, dan menjaga kestabilan posisi rel sesuai dengan spesifikasi teknis perkeretaapian.

Kebutuhan Dekorasi dan Lanskap (Kerikil Sungai Alami)

Kerikil sungai alami berukuran 2–3 cm umumnya memiliki bentuk bulat dan permukaan halus sehingga cocok untuk kebutuhan dekoratif. Beberapa jenis yang sering digunakan antara lain koral Kupang putih, koral Alor hitam, dan koral Bengkulu.

Untuk taman kering atau Zen garden, kerikil ini dapat digunakan sebagai penutup tanah yang memberikan tampilan menarik pada taman minimalis. Ukurannya relatif stabil saat ditata dan tidak mudah tertiup angin dibandingkan material yang lebih ringan.

Pada lantai koral sikat atau carport, kerikil alami ditanam pada permukaan semen untuk menghasilkan tekstur antiselip sekaligus membentuk motif dekoratif. Hasil akhirnya bergantung pada jenis kerikil, teknik pemasangan, dan komposisi permukaan yang digunakan.

Kerikil berukuran 2–3 cm juga dapat digunakan sebagai lapisan penyangga dalam tabung filter air. Penempatannya membantu menopang media yang lebih halus, seperti pasir silika atau karbon, serta menjaga agar media tersebut tidak masuk ke lubang saringan bawah (strainer). Susunan dan ukuran kerikil harus disesuaikan dengan desain sistem filtrasi.

Estimasi Berat dan Volume

Satu meter kubik (1 m³) batu kerikil ukuran 2–3 cm memiliki berat perkiraan sekitar 1,35–1,45 ton. Berat aktual dapat berbeda tergantung jenis batu, bentuk butiran, tingkat kepadatan, kadar air, dan rongga antarbutiran.

Untuk kebutuhan taman, kerikil dekoratif biasanya dijual dalam kemasan karung dengan berat sekitar 10–25 kg. Satu karung berisi 20 kg diperkirakan dapat menutupi area sekitar 0,3–0,5 m² dengan ketebalan hamparan 3 cm. Luas penutupan sebenarnya bergantung pada kepadatan material, bentuk kerikil, dan ketebalan pemasangan.

Pengaturan Cookie

Kami menggunakan cookie yang diperlukan agar website berjalan. Cookie analitik/opsional hanya dijalankan setelah Anda memilih Terima. Baca Kebijakan Cookie .