Kerikil (maksimum 30 mm)

Kerikil dengan ukuran maksimum 30 mm (biasanya berkisar antara 5 mm hingga 30 mm) masuk dalam kategori material agregat kasar berukuran sedang.

Gambar Kerikil
IDR 216
per kg

Bagikan

Spesifikasi

Kategori
Kerikil
Satuan
kg

Deskripsi

Kerikil dengan ukuran maksimum 30 mm, yang biasanya berkisar antara 5 mm hingga 30 mm, termasuk dalam kategori agregat kasar berukuran sedang. Dalam dunia konstruksi, ukuran ini umumnya dibagi menjadi dua klasifikasi populer, yaitu ukuran 10–20 mm (split 1/2) dan 20–30 mm (split 2/3).

Ukuran maksimum 30 mm ini banyak digunakan karena dapat memberikan keseimbangan antara kemudahan pengerjaan atau pengadukan (workability) dan kekuatan tekan beton. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan, dimensi elemen beton, serta jarak antarbesi tulangan.

Kegunaan Utama Kerikil Maksimum 30 mm

Kerikil dengan ukuran maksimum 30 mm digunakan dalam pengecoran beton struktural sebagai salah satu komponen utama campuran beton bersama semen dan pasir. Penggunaannya mencakup pembuatan kolom, balok, pelat lantai, dan pondasi rumah tinggal hingga gedung bertingkat. Ukuran agregat perlu disesuaikan dengan jarak antarbesi tulangan agar campuran beton dapat mengisi cetakan dengan baik dan mengurangi risiko terbentuknya rongga atau beton keropos.

Dalam pengecoran jalan dan pelat lantai (slab), kerikil ini digunakan untuk jalan lingkungan, area parkir, serta lantai gudang yang membutuhkan daya tahan terhadap beban kendaraan sedang hingga berat. Kesesuaian ukuran agregat dan mutu beton perlu diperhatikan berdasarkan kebutuhan beban dan kondisi penggunaannya.

Kerikil berukuran 20–30 mm juga dapat digunakan sebagai material pemberat atau balas (ballast) pada rel kereta api. Namun, penggunaannya harus mengikuti spesifikasi teknis perkeretaapian yang berlaku, termasuk persyaratan ukuran, bentuk, dan kekuatan agregat.

Dalam sistem penyaringan air tanah atau instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant atau WTP), kerikil berukuran 20–30 mm dapat digunakan sebagai lapisan penyangga media filter. Penempatannya disesuaikan dengan rancangan sistem agar media penyaring yang lebih halus tetap berada pada posisinya dan aliran air dapat berlangsung dengan baik.

Untuk kebutuhan lanskap dan carport, kerikil sungai alami atau pebbles berukuran 10–30 mm sering digunakan sebagai elemen dekoratif pada lantai koral sikat. Selain memberikan tampilan yang menarik, permukaannya dapat menghasilkan tekstur antiselip apabila dipasang dengan teknik dan komposisi yang tepat.

Estimasi Kebutuhan Campuran Beton Mutu K-225

Untuk pembuatan beton secara manual (site mix) dengan volume 1 meter kubik (1 m³), kebutuhan semen, pasir cor, kerikil, dan air perlu disesuaikan dengan rancangan campuran beton yang digunakan. Sebagai gambaran awal, perkiraan kebutuhan material yang sering dijumpai dalam praktik lapangan adalah sekitar 400 kg semen, 0,5 m³ pasir cor, 0,75 m³ kerikil, dan 200 liter air.

Jumlah tersebut merupakan perkiraan dan bukan komposisi baku untuk menghasilkan beton mutu K-225. Kebutuhan aktual dapat berbeda bergantung pada gradasi agregat, kadar air pasir dan kerikil, karakteristik semen, serta faktor air-semen. Untuk pekerjaan struktural, komposisi campuran sebaiknya ditentukan berdasarkan rancangan campuran (mix design) agar mutu beton yang disyaratkan dapat tercapai.

Dalam memilih kerikil untuk konstruksi, perhatikan kebersihan material, gradasi ukuran, kekuatan agregat, serta kandungan lumpurnya. Kerikil hasil pemecahan mesin (stone crusher) umumnya memiliki bentuk bersudut yang dapat membantu ikatan mekanis dengan pasta semen. Namun, kerikil alami juga dapat digunakan selama memenuhi persyaratan teknis. Batas kandungan lumpur harus mengikuti standar material dan spesifikasi pekerjaan yang berlaku.

Pengaturan Cookie

Kami menggunakan cookie yang diperlukan agar website berjalan. Cookie analitik/opsional hanya dijalankan setelah Anda memilih Terima. Baca Kebijakan Cookie .