Fabrikasi Aluminium composite panel
Fabrikasi (fabrication) adalah proses mengolah material mentah atau lembaran material menjadi komponen yang memiliki ukuran, bentuk, dan spesifikasi sesuai desain.
Fabrikasi (fabrication) adalah proses mengolah material mentah atau lembaran material menjadi komponen yang memiliki ukuran, bentuk, dan spesifikasi sesuai desain.
Contoh: Anda membeli ACP ukuran 1,22 × 2,44 meter. ACP tersebut kemudian dipotong, dibuat alur, ditekuk, dibentuk melengkung, dan dirakit menjadi panel siap pasang.
Pekerjaan Fabrikasi ACP terdiri dari:
- Cutting — memotong panel.
- Grooving — membuat alur pada panel.
- Bending — membengkokkan material.
- Rolling — membentuk material menjadi lengkungan.
- Drilling — membuat lubang.
- Notching — membuat takikan.
- Assembly — merakit beberapa komponen.
Tidak semua pekerjaan harus melewati seluruh proses tersebut. Prosesnya bergantung pada bentuk produk yang ingin dibuat.
Apa yang dimaksud cutting?
Aktivitas para teknisi dalam proses fabrikasi, pemotongan, dan perakitan panel ACP berkualitas tinggi untuk kebutuhan fasad bangunan. - Sumber: alumtech.ca
Cutting adalah proses memotong lembaran ACP dari ukuran awal pabrik menjadi ukuran komponen yang diperlukan sesuai gambar kerja (shop drawing).
Contohnya, Anda membeli satu lembar ACP berukuran 1.220 × 2.440 mm. Lembaran tersebut perlu dipotong menjadi beberapa bagian untuk membentuk panel fasad atau pelapis kolom.
Hasil cutting belum tentu langsung siap dipasang. Panel bisa memerlukan proses grooving, tekuk, rolling, pengeboran, atau perakitan berikutnya.
Alat yang digunakan
- Panel saw atau circular saw — digunakan untuk memotong lembaran ACP dengan garis lurus. Mata pisau harus sesuai dengan material dan hasil potongan yang diinginkan.
- CNC router — digunakan untuk pemotongan berbentuk khusus, kontur, dan pola yang memerlukan ketelitian atau pengulangan tinggi.
- Circular saw dengan rel pemandu — dapat digunakan untuk pekerjaan potong lurus di workshop maupun pada panel berukuran besar, selama alat, mata pisau, dan penyangga sesuai.
Bagaimana proses cutting dilakukan?
- Membaca shop drawing. Tentukan dimensi akhir setiap panel, arah pemasangan, posisi sambungan, dan kebutuhan lipatan.
- Mengukur dan memberi tanda. Tandai garis potong berdasarkan ukuran yang sudah dihitung. Jangan langsung memotong hanya berdasarkan ukuran bidang dinding.
- Menopang lembaran. Pastikan ACP rata, stabil, dan tidak melendut ketika dipotong.
- Melakukan pemotongan. Gunakan alat dan mata pisau yang sesuai, dengan kontrol agar lapisan coating tidak tergores dan tepi panel tidak rusak.
- Memeriksa hasil. Periksa panjang, lebar, kesikuan, kondisi tepi, serta kesesuaian dengan gambar kerja.
- Memberi identitas panel. Tandai kode panel agar komponen yang sudah dipotong tidak tertukar ketika masuk ke tahap fabrikasi berikutnya.
Contoh perhitungan cutting
Misalnya Anda memiliki bidang dinding berukuran 9.110 × 5.210 mm dan ingin melapisinya dengan ACP.
Sebelum memotong, Anda harus menentukan modul panel, lebar nat, serta sistem sambungannya. Misalnya, jika bidang dibagi menjadi modul 1.000 × 1.000 mm, jumlah panel dan ukuran panel tepi tidak bisa ditentukan hanya dengan membagi ukuran bidang secara langsung tanpa memperhitungkan nat dan detail sambungan.
Dalam pekerjaan ACP, ukuran potong tidak selalu sama dengan ukuran tampak panel setelah terpasang. Panel cassette, misalnya, membutuhkan tambahan material untuk lipatan tepi. Sebaliknya, panel yang memiliki nat terbuka perlu memperhitungkan jarak antarpanel.
Kesalahan cutting yang harus dihindari
- Ukuran panel salah akibat tidak memperhitungkan nat dan lipatan.
- Permukaan ACP tergores saat pemotongan atau pemindahan.
- Tepi potongan tidak lurus atau coating terkelupas.
- Pola warna atau arah serat dekoratif tidak konsisten.
- Terjadi pemborosan material karena tata letak potongan (cutting plan) tidak dioptimalkan.
- Panel tertukar karena tidak diberi kode.