Jenis Amplas Berdasarkan Nomor dan Tingkat Kekasarannya
Amplas atau kertas pasir adalah bahan abrasif yang digunakan untuk mengikis, menghaluskan, atau meratakan permukaan material.
Amplas atau kertas pasir adalah bahan abrasif yang digunakan untuk mengikis, menghaluskan, atau meratakan permukaan material. Amplas tersedia dalam berbagai nomor yang menunjukkan tingkat kehalusan butiran abrasifnya. Nomor amplas yang lebih kecil umumnya memiliki butiran lebih kasar, sedangkan nomor yang lebih besar memiliki butiran lebih halus. Pemilihan nomor amplas harus disesuaikan dengan kondisi permukaan dan hasil akhir yang ingin dicapai.
Amplas No. 60-699 merupakan amplas kasar yang digunakan untuk pengamplasan awal pada permukaan yang membutuhkan pengikisan cukup besar. Amplas ini dapat membantu menghilangkan bagian permukaan yang kasar, meratakan ketidakrataan tertentu, dan mengikis material lebih cepat. Karena meninggalkan goresan yang cukup dalam, penggunaannya perlu dilanjutkan dengan amplas bernomor lebih tinggi apabila permukaan akan dihaluskan atau diberi lapisan finishing.
Amplas No. 80-700 digunakan untuk mengikis dan meratakan permukaan yang masih kasar. Tingkat kekasarannya cocok untuk pekerjaan awal pada material tertentu, seperti kayu yang belum halus atau permukaan yang memerlukan penghilangan bagian tidak rata. Amplas No. 100-701 juga digunakan untuk pengamplasan awal, tetapi memiliki butiran yang lebih halus dibandingkan nomor 80. Pemilihan di antara keduanya bergantung pada kondisi permukaan dan banyaknya material yang perlu dikikis.
Amplas No. 120-702 digunakan untuk meratakan permukaan dan mengurangi bekas goresan dari amplas yang lebih kasar. Amplas ini dapat digunakan pada pekerjaan kayu dan persiapan permukaan tertentu sebelum tahap penghalusan berikutnya. Amplas No. 150-703 memiliki butiran lebih halus sehingga cocok untuk melanjutkan penghalusan permukaan yang sudah cukup rata. Pada pekerjaan kayu, kedua nomor ini dapat digunakan secara bertahap untuk menghasilkan permukaan yang lebih siap menerima proses finishing.
Amplas No. 180-691 digunakan untuk penghalusan lanjutan setelah permukaan diratakan menggunakan amplas yang lebih kasar. Amplas ini membantu mengurangi goresan yang masih terlihat dan mempersiapkan permukaan untuk tahap berikutnya. Pada pekerjaan kayu, penggunaannya dapat disesuaikan dengan jenis kayu, arah serat, dan jenis lapisan akhir yang akan digunakan. Permukaan yang akan dicat atau diberi pelapis perlu diamplas sesuai petunjuk produk finishing agar daya lekat dan hasil akhirnya tetap baik.
Amplas No. 240-693 digunakan untuk menghaluskan permukaan lebih lanjut. Nomor ini dapat digunakan pada pekerjaan kayu, persiapan permukaan sebelum pengecatan tertentu, atau penghalusan lapisan yang sesuai dengan spesifikasi produk. Amplas No. 360-704 memiliki butiran yang lebih halus dan dapat digunakan ketika bekas goresan dari tahap sebelumnya perlu dikurangi. Pada pekerjaan pengecatan, jenis amplas dan cara penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi lapisan agar tidak merusak permukaan yang sudah terbentuk.
Amplas No. 400-692 digunakan untuk penghalusan yang lebih halus dibandingkan amplas nomor 240 atau 360. Amplas ini dapat digunakan pada persiapan permukaan dan pekerjaan finishing tertentu. Amplas No. 600-705 memiliki butiran lebih halus dan dapat digunakan untuk menghaluskan lapisan atau permukaan yang membutuhkan goresan lebih ringan. Sementara itu, Amplas No. 800-706 dapat digunakan pada tahap penghalusan lanjutan, bergantung pada material dan sistem finishing yang digunakan.
Amplas No. 1000-707 termasuk amplas berbutir halus yang dapat digunakan pada pekerjaan finishing tertentu. Penggunaannya dapat membantu mengurangi goresan halus pada permukaan yang sesuai, termasuk lapisan cat atau pelapis tertentu. Amplas No. 1500-708 memiliki butiran lebih halus dan dapat digunakan pada tahap penghalusan lanjutan sebelum pemolesan apabila prosedur pengerjaan mengharuskannya. Penggunaan kedua nomor ini harus memperhatikan ketebalan lapisan karena pengamplasan yang berlebihan dapat merusak lapisan permukaan.
Amplas No. 2000-709 digunakan untuk penghalusan sangat halus pada aplikasi yang sesuai. Amplas ini dapat menjadi bagian dari tahapan persiapan sebelum pemolesan, terutama pada permukaan berlapis yang memungkinkan pengamplasan halus. Amplas No. 2500-710 memiliki butiran yang lebih halus dan dapat digunakan untuk mengurangi bekas goresan halus pada pekerjaan tertentu. Hasil yang diperoleh tetap bergantung pada jenis amplas, material permukaan, teknik pengerjaan, serta tahapan penghalusan sebelumnya.
Amplas No. 3000-711 digunakan untuk penghalusan sangat halus pada pekerjaan finishing tertentu, termasuk tahapan sebelum pemolesan apabila sesuai dengan petunjuk sistem yang digunakan. Amplas No. 5000-712 memiliki tingkat kehalusan lebih tinggi dan dapat digunakan pada aplikasi khusus yang membutuhkan pengurangan goresan sangat halus. Nomor-nomor ini tidak selalu diperlukan dalam pekerjaan sehari-hari. Penggunaannya lebih sesuai ketika kondisi permukaan dan target hasil akhir memang membutuhkan tahapan penghalusan tersebut.
Dalam memilih amplas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses pengamplasan berjalan sesuai kebutuhan:
- Permukaan kasar: gunakan amplas bernomor rendah jika material membutuhkan pengikisan atau perataan awal.
- Permukaan yang mulai rata: lanjutkan dengan amplas bernomor lebih tinggi untuk mengurangi bekas goresan kasar.
- Pekerjaan finishing: pilih amplas halus sesuai jenis cat, pelapis, atau material yang sedang dikerjakan.
- Pengamplasan basah: gunakan air hanya jika amplas dan material yang dikerjakan memang sesuai untuk metode basah.
- Tekanan pengamplasan: gunakan tekanan yang sesuai agar permukaan tidak terkikis berlebihan atau meninggalkan goresan tidak merata.
Nomor amplas saja tidak selalu cukup untuk menentukan kegunaannya secara tepat. Jenis bahan abrasif, bahan dasar amplas, standar grit yang digunakan produsen, dan petunjuk pemakaian turut memengaruhi hasil pekerjaan. Kode setelah tanda hubung pada daftar, seperti 699, 700, 701, hingga 712, merupakan kode tambahan yang maknanya tidak dapat dipastikan tanpa informasi produk atau katalog produsen.