Pekerjaan Fondasi Tiang Pancang
Pekerjaan fondasi tiang pancang meliputi pemasangan tiang beton pracetak, tiang persegi, dan spun pile dengan berbagai ukuran untuk menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah pendukung melalui pemancangan sesuai desain fondasi.
Fondasi tiang pancang merupakan jenis fondasi dalam yang menggunakan elemen tiang untuk meneruskan beban bangunan ke lapisan tanah yang memiliki kemampuan mendukung beban. Tiang biasanya dipasang dengan cara dipancang menggunakan alat pemancang hingga mencapai kedalaman atau kriteria pemancangan yang ditentukan oleh perencana. Sistem ini digunakan ketika tanah di dekat permukaan tidak cukup kuat untuk menopang beban bangunan atau ketika penurunan fondasi dangkal tidak dapat memenuhi persyaratan.
Jenis tiang yang digunakan dapat berupa tiang beton berdiameter 28 cm dan 32 cm, tiang beton persegi berukuran 20 × 20 cm, 25 × 25 cm, 30 × 30 cm, 35 × 35 cm, 40 × 40 cm, 45 × 45 cm, dan 50 × 50 cm. Selain itu, terdapat spun pile atau tiang beton prategang berbentuk bulat berongga dengan diameter 30 cm, 35 cm, 40 cm, 45 cm, 50 cm, 55 cm, dan 60 cm. Pemilihan ukuran harus disesuaikan dengan beban rencana, hasil penyelidikan tanah, kapasitas tiang, dan kondisi pelaksanaan.
Pekerjaan pemancangan meliputi penentuan titik tiang, pengangkatan dan penempatan tiang, pemancangan, penyambungan apabila diperlukan, serta pemeriksaan hasil pemasangan. Sambungan tiang tertentu dapat menggunakan pelat dan pengelasan sesuai desain, termasuk pelat dengan ketebalan 5 mm, 6 mm, 8 mm, atau 10 mm apabila dipersyaratkan. Pengelasan harus dilakukan sesuai prosedur dan detail sambungan yang direncanakan. Selama pelaksanaan, posisi tiang, kelurusan, kerusakan elemen, catatan pemancangan, serta kriteria penghentian harus diawasi agar fondasi memenuhi persyaratan teknis.