Pekerjaan Jalan beton
Jalan beton atau perkerasan kaku (rigid pavement) merupakan jenis konstruksi jalan yang menggunakan beton sebagai lapisan perkerasan utama.
Jalan beton atau perkerasan kaku (rigid pavement) merupakan jenis konstruksi jalan yang menggunakan beton sebagai lapisan perkerasan utama. Pekerjaan jalan beton umumnya diterapkan pada jalan lingkungan dan jalan lokal di kawasan perdesaan maupun perkotaan, khususnya pada jalan dengan panjang terbatas dan tingkat lalu lintas rendah.
Penerapan jalan beton mengacu pada kondisi tanah normal dengan nilai CBR sekitar 6%, lalu lintas harian rata-rata sekitar 250–500 kendaraan per hari, serta kondisi geometrik jalan datar dengan kemiringan 0%–8%, berbukit lebih dari 8%–25%, dan bergunung lebih dari 25%–45%. Jenis kendaraan yang melintas meliputi sepeda motor, kendaraan ringan, dan kendaraan berat dengan proporsi sekitar 6% dari total lalu lintas harian. Pekerjaan ini tidak disarankan pada kondisi tanah lunak, tanah gambut, dan tanah ekspansif.
Pelaksanaan pekerjaan jalan beton dapat dilakukan secara manual maupun semi mekanis dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan tingkat kesulitan pekerjaan. Ketebalan beton yang digunakan adalah 15 cm untuk jalan lokal dan 20 cm untuk jalan kolektor, dengan mutu beton Sc 3,5 MPa dan Sc 3,8 MPa sesuai ketentuan perencanaan. Harga material yang digunakan merupakan harga material yang telah sampai di lokasi pekerjaan.