Sirtu

Sirtu digunakan sebagai bahan urugan pilihan (selected fill), penstabil lapisan tanah dasar (subgrade stabilization), serta material lapis fondasi bawah (sub-base course) pada konstruksi perkerasan jalan maupun lantai bangunan.

Gambar Sirtu
IDR 261.072
per m³

Bagikan

Spesifikasi

Kategori
Pasir
Satuan
m³

Deskripsi

Sirtu (pasir batu) adalah material tambang golongan C yang terbentuk dari campuran alami atau hasil pengolahan agregat halus, seperti pasir, dan agregat kasar, seperti kerikil hingga batu pecah. Karena karakteristiknya yang dapat memberikan daya dukung baik dan mudah dipadatkan, sirtu menjadi salah satu material dasar yang penting dalam berbagai pekerjaan konstruksi.

Fungsi Utama Sirtu dalam Konstruksi

Pengurukan dan Perbaikan Lahan (Levelling): Sirtu digunakan untuk menimbun, meratakan, dan meningkatkan kestabilan permukaan tanah sebelum pembangunan dimulai. Material ini dapat dimanfaatkan untuk penimbunan lahan, perataan lantai bangunan dengan ketebalan sesuai kebutuhan proyek, hingga pemadatan area parkir. Kemampuan drainasenya bergantung pada gradasi butiran, kandungan material halus, dan tingkat pemadatan.

Lapisan Pondasi Bawah Jalan (Base Course): Sirtu dapat digunakan sebagai material lapisan pondasi jalan, termasuk jalan raya dan area dengan beban kendaraan tertentu. Campuran pasir, kerikil, dan batu pecah membantu membentuk lapisan yang stabil untuk mendukung beban di atasnya. Pemilihan material harus disesuaikan dengan spesifikasi teknis, kondisi tanah dasar, serta kebutuhan konstruksi jalan.

Campuran Beton Non-Struktural: Sirtu dapat dimanfaatkan sebagai bahan agregat dalam pekerjaan konstruksi tertentu, termasuk campuran beton non-struktural, apabila gradasi dan kualitas materialnya memenuhi persyaratan. Penggunaan sirtu tidak dapat langsung menggantikan agregat beton standar tanpa pemeriksaan kualitas dan penyesuaian komposisi campuran.

Jenis-Jenis Sirtu Konstruksi

Untuk keperluan proyek, sirtu dapat dibedakan berdasarkan asal material dan proses pengolahannya. Setiap jenis memiliki karakteristik yang memengaruhi kesesuaian penggunaannya dalam pekerjaan konstruksi.

Sirtu Alam (Sungai): Sirtu alam dari sungai umumnya memiliki butiran pasir dan batu yang cenderung bulat atau elips akibat proses pengikisan oleh aliran air. Kandungan lumpur dan kebersihannya dapat bervariasi sesuai lokasi pengambilan. Material ini dapat digunakan untuk pekerjaan pengurukan dan aplikasi konstruksi lain apabila memenuhi persyaratan teknis.

Sirtu Gunung (Darat): Sirtu gunung berasal dari material batuan darat yang dapat memiliki butiran bersudut atau pecahan batu. Material ini terkadang bercampur dengan tanah atau lempung, bergantung pada lokasi penambangan. Sirtu gunung dapat digunakan untuk penimbunan lahan dan lapisan pondasi bawah jalan setelah kualitas serta gradasinya diperiksa.

Sirtu Olahan atau Sirdam: Sirtu olahan merupakan material yang diproses menggunakan mesin pemecah batu (stone crusher) untuk menghasilkan campuran agregat dengan ukuran tertentu. Sirtu jenis ini dapat mengandung pasir dan batu pecah dengan gradasi yang disesuaikan untuk kebutuhan proyek, seperti penimbunan, pemadatan lahan, dan lapisan pondasi jalan.

Pengaturan Cookie

Kami menggunakan cookie yang diperlukan agar website berjalan. Cookie analitik/opsional hanya dijalankan setelah Anda memilih Terima. Baca Kebijakan Cookie .