Sekrup

Sekrup adalah alat pengikat berbentuk batang logam dengan alur heliks (ulir) di permukaannya

Gambar Sekrup
IDR 236.208
per kg

Bagikan

Spesifikasi

Kategori
Sekrup
Satuan
kg

Deskripsi

Sekrup adalah alat pengikat berbentuk batang logam dengan alur heliks (ulir) di permukaannya. Fungsi utamanya adalah menyambungkan dua atau lebih komponen secara kuat, tetapi tetap dapat dibongkar pasang kembali tanpa merusak material.

Berbeda dengan paku yang dipasang dengan cara dipukul, sekrup dipasang dengan cara diputar menggunakan obeng atau mesin bor. Ulir pada sekrup berfungsi mencengkeram dinding material dengan kuat agar tidak mudah lepas.

Komponen Utama Sekrup

  • Kepala (Head): Bagian atas sekrup yang memiliki lekukan untuk menampung ujung obeng atau alat pemutar. Bentuknya beragam, seperti rata, cembung, dan bulat, tergantung kebutuhan estetika dan kekuatan sambungan.
  • Penggerak (Drive): Bentuk lekukan pada kepala sekrup yang digunakan untuk memutarnya, seperti minus (-), plus atau Phillips (+), bintang (Torx), dan segi enam (Hex).
  • Batang (Shank): Bagian tubuh sekrup yang memiliki ulir. Ada sekrup dengan ulir penuh hingga ke leher kepala, ada pula yang hanya memiliki ulir setengah.
  • Ujung (Tip): Bagian paling bawah sekrup. Ada yang berbentuk runcing, biasanya untuk kayu atau plastik, dan ada pula yang tumpul, umumnya untuk logam yang sudah memiliki lubang berulir.

Jenis-jenis sekrup dikelompokkan berdasarkan material yang diikat, fungsi, bentuk kepala, serta jenis alur obengnya. Memilih sekrup yang tepat sangat penting agar material tidak pecah dan cengkeraman sambungan tetap maksimal.

Berikut adalah pengelompokan jenis sekrup yang paling sering digunakan dalam konstruksi dan perakitan.

Berdasarkan Material dan Fungsi

  • Sekrup Kayu (Wood Screw): Memiliki ulir yang kasar dan jarang agar dapat mencengkeram serat kayu dengan kuat tanpa membuatnya retak. Biasanya, bagian batang di dekat kepala sengaja dibuat polos (tanpa ulir).
  • Sekrup Gipsum (Drywall Screw): Identik dengan warna hitam, ulir yang halus atau kasar tergantung jenisnya, serta ujung yang sangat runcing. Sekrup ini dirancang khusus untuk menembus papan gipsum dan mengikatnya pada rangka baja ringan atau kayu di belakangnya.
  • Sekrup Baja Ringan / Self-Drilling Screw (SDS): Memiliki ujung yang menyerupai mata bor mini. Sekrup ini dapat melubangi material sekaligus membentuk ulir pada pelat logam atau baja ringan tanpa perlu membuat lubang awal secara terpisah.
  • Sekrup Lembaran Logam / Self-Tapping Screw (STS): Memiliki ulir yang rapat dan tajam. Sekrup ini membentuk ulir pada material saat dipasang. Untuk beberapa jenis material, diperlukan lubang awal yang dibuat menggunakan bor sebelum sekrup dipasang.
  • Sekrup Beton (Concrete/Masonry Screw): Terbuat dari baja berkekuatan tinggi dengan ulir khusus yang dirancang untuk mencengkeram material keras. Sekrup ini digunakan untuk mengikat benda pada dinding beton atau bata setelah dibuatkan lubang awal.

Berdasarkan Bentuk Kepala (Head Style)

  • Flat Head (Countersunk): Memiliki kepala rata di bagian atas dan berbentuk kerucut di bagian bawah. Sekrup ini dapat dipasang hingga kepalanya rata dengan permukaan material (flush).
  • Pan Head (PH): Memiliki kepala cembung seperti wajan terbalik dengan bagian bawah rata. Setelah dipasang, kepala sekrup akan tetap menonjol di permukaan material yang diikat.
  • Truss Head (Mushroom): Memiliki kepala cembung yang lebih lebar dan lebih tipis dibandingkan pan head. Bentuk ini cocok untuk menjepit pelat tipis karena memiliki area tekan yang luas.
  • Hex Head: Memiliki kepala berbentuk segi enam. Sekrup ini biasanya digunakan untuk sambungan yang membutuhkan pengencangan kuat dan diputar menggunakan kunci pas atau kunci soket, bukan obeng biasa.

Berdasarkan Tipe Alur Obeng (Drive Type)

  • Slotted (Minus): Memiliki satu alur lurus yang digunakan dengan obeng minus (-).
  • Phillips (Plus): Memiliki alur berbentuk silang (+) yang membantu menjaga ujung obeng tetap berada pada posisi yang tepat saat sekrup diputar.
  • Torx (Bintang): Memiliki alur berbentuk bintang dengan enam ujung yang mampu menyalurkan torsi tinggi serta mengurangi risiko obeng tergelincir atau merusak kepala sekrup.
  • Hex Socket (Kunci L): Memiliki lekukan berbentuk segi enam di bagian dalam kepala sekrup yang memerlukan kunci L atau kunci Allen untuk memutarnya.

Di pasar perkakas Indonesia, jumlah sekrup per kilogram umumnya diperkirakan berdasarkan berat jenis bahan (baja atau besi) serta dimensi sekrup, termasuk panjang dan diameter. Dua jenis sekrup yang umum dijual dalam satuan kilogram adalah Sekrup Gipsum (Drywall Screw) dan Sekrup Baja Ringan (Self-Drilling Screw/SDS).

Tabel Isi Sekrup Gipsum Hitam per 1 Kg

Sekrup gipsum umumnya menggunakan diameter standar No. 6 (sekitar 3,5 mm). Karena bobot setiap sekrup relatif ringan, jumlah isinya per kilogram cenderung cukup banyak.

Ukuran, estimasi jumlah isi, dan penggunaan utama:

  • Ukuran 6 x 3/4 inci: Panjang sekitar 2,0 cm, dengan estimasi isi 850–900 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk pelat tipis, kawat nyamuk, dan triplek.
  • Ukuran 6 x 1 inci: Panjang sekitar 2,5 cm, dengan estimasi isi 700–800 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk memasang gipsum 9 mm pada rangka hollow.
  • Ukuran 6 x 1 1/4 inci: Panjang sekitar 3,0 cm, dengan estimasi isi 600–650 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk memasang gipsum tebal atau GRC pada rangka hollow.
  • Ukuran 6 x 1 1/2 inci: Panjang sekitar 4,0 cm, dengan estimasi isi 450–500 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk pemasangan ganda papan gipsum dan engsel furnitur.
  • Ukuran 6 x 2 inci: Panjang sekitar 5,0 cm, dengan estimasi isi 350–400 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk papan kayu tebal dan rangka kayu.
  • Ukuran 8 x 3 inci: Panjang sekitar 7,5 cm, dengan estimasi isi 150–180 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk sambungan kayu struktural.

Tabel Isi Sekrup Baja Ringan / SDS Roofing per 1 Kg

Self-Drilling Screw (SDS) memiliki kepala berbentuk segi enam (hex head) atau kepala lebar (truss head), serta ujung menyerupai mata bor. Bobotnya umumnya lebih berat dibandingkan sekrup gipsum, sehingga jumlah isinya per kilogram cenderung lebih sedikit.

Ukuran, estimasi jumlah isi, dan penggunaan utama:

  • SDS 10 x 16 (8 x 16): Panjang 1,6 cm, dengan estimasi isi 500–550 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk perakitan rangka baja ringan, seperti kanal C.
  • SDS 10 x 19: Panjang 1,9 cm, dengan estimasi isi 420–460 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk mengikat reng baja ringan.
  • Roofing 12 x 20: Panjang 2,0 cm, dengan estimasi isi 230–250 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk pemasangan atap spandek atau seng dengan kebutuhan sekrup pendek.
  • Roofing 12 x 25: Panjang 2,5 cm, dengan estimasi isi 200–220 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk memasang atap spandek pada rangka baja ringan.
  • Roofing 12 x 50: Panjang 5,0 cm, dengan estimasi isi 110–125 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk pemasangan atap genteng metal atau spandek bergelombang.
  • Roofing 12 x 75: Panjang 7,5 cm, dengan estimasi isi 70–80 pcs per kilogram. Umumnya digunakan untuk mengikat atap pada gording baja yang lebih tebal.

Catatan Penting

Angka di atas merupakan estimasi yang perlu disesuaikan dengan spesifikasi produk dan toleransi berat dari masing-masing produsen, seperti Camel, Moon Lion, Wilson, atau Erdos. Jumlah aktual di lapangan dapat berbeda sekitar ±5% karena variasi dimensi, berat bahan, dan ketebalan lapisan antikarat (coating) pada setiap merek.

Untuk memperoleh jumlah isi yang lebih akurat, sebaiknya periksa spesifikasi produk atau lakukan penimbangan langsung terhadap sampel sekrup dari produk yang digunakan.

Pengaturan Cookie

Kami menggunakan cookie yang diperlukan agar website berjalan. Cookie analitik/opsional hanya dijalankan setelah Anda memilih Terima. Baca Kebijakan Cookie .