Kontraktor adalah perusahaan yang melakukan kontrak kerja dengan orang atau perusahaan lain untuk memasok barang atau menyelesaikan jasa tertentu. Bidang kerjanya antara lain pembangunan gedung, pembuatan jalan raya, pembangunan instalasi listrik, penyediaan generator, dan lain sebagainya.

Kontraktor Acp adalah orang atau badan yang dikontrak untuk menyelesaikan suatu pekerjaan pemasangan Acp berdasarkan isi kontrak yang sudah disepakati bersama oleh kontraktor dan pemilik proyek. Pemilik proyek bisa merupakan pemiliki bangunan itu sendiri maupun kontraktor utama.

Jasa pemasangan Acp seven cenderung dilaksanakan oleh perusahaan kontraktor besar, seperti pemasangan acp pada real estate, gedung perkantoran, mall atau pusat perbelanjaan. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut, telah memiliki sertifikasi atau lisensi resmi yang memenuhi persyaratan sebagai pelaksana pemasangan.

Sebelum memulai pekerjaan proyek pemasangan Acp, kontraktor terlebih dahulu melakukan beberapa pertemuan dengan calon customernya, Untuk membahas detail pekerjaan, memahami keinginan calon customer, waktu pelaksanaan, metode pembayaran dan hal-hal lainnya yang akan menjadi rujukan saat menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK).

Kontraktor juga melakukan tinjauan lapangan ke lokasi proyek yang akan dipasangkan Acp untuk melakukan tinjauan lapangan, pengukuran dan melakukan riset apakah keinginan customer dan spesifikasi material yang akan ingin digunakannya dapat diaplikasikan pada bangunan tersebut.

Proses pengerjaan proyek pemasangan Acp yang menggunakan jasa kontraktor memang membutuhkan lebih banyak persiapan dari customer, hal inilah yang membuat pekerjaan jasa kontraktor lebih terstruktur. Sehingga jika terjadi kesalahpahaman pada saat proyek berlangsung, customer dapat merujuk kepada SPK yang telah dibuat bersama kontraktor.


Perbedaan kontraktor Acp dengan pemborong

Pemborong Acp adalah orang yang sudah berpengalaman pada bidang pekerjaan pemasangan Acp. Perbedaan dengan kontraktor Acp terletak pada ruang lingkup dan volume pekerjaan. Kontraktor menyelesaikan pekerjaan dalam skala besar, sedangkan pemborong menyelesaikan pekerjaan acp dalam skala kecil. Perihal legalitas usaha, baik kontraktor maupun pemborong sama-sama memiliki ijin, hanya saja kontraktor melengkapi perusahaannya dengan berbagai sertifikat agar dapat memenuhi syarat untuk menyelesaikan proyek-proyek besar, pemborong melengkapi usahanya dengan ijin standard yang ditetapkan oleh negara.

Tenaga kerja borongan Acp cenderung memberikan penawaran harga kepada calon customernya lebih rendah dibandingkan kontraktor, hal ini bukan karena kontraktor menginginkan laba yang lebih besar dibandingkan pemborong. Tapi lebih kearah prosedur yang dijalankan. Kontraktor memiliki biaya operasional perusahaan yang lebih besar, karena kontraktor membekali usahanya dengan tenaga kerja profesional yang bersertifikat dan memiliki standard pekerjaan yang lebih tinggi.

Untuk menyelesaikan pekerjaan acp skala kecil seperti ruko, sekolahan maupun rumah hunian, serta mendapatkan harga borong tenaga pasang acp, anda dapat menggunakan jasa pemborong Acp. Baik kontraktor maupun pemborong, sama-sama memiliki resiko pekerjaan, permasalah kerap terjadi akibat adanya beberapa pekerjaan yang tidak dijelaskan secara detail, kontraktor Acp lebih memiliki persiapan yang matang perihal ini dibandingkan pemborong. Namun semua permasalahan dapat diselesaikan dengan baik, selagi kedua belah pihak memiliki acuan penyelesaian masalah yang biasanya tercamtum pada SPK

logo whastapp gambar hp