Jenis-Jenis Logam yang Banyak Digunakan pada Bangunan
Berbagai jenis logam yang digunakan pada bangunan berdasarkan fungsi dan karakteristiknya, mulai dari baja struktural untuk rangka, baja tulangan untuk beton, aluminium untuk kusen dan fasad, hingga stainless steel untuk railing dan elemen bangunan lainnya.
Berbagai jenis logam yang digunakan pada bangunan berdasarkan fungsi dan karakteristiknya memiliki peran masing-masing. Ada logam yang digunakan untuk rangka utama, tulangan beton, kusen, panel fasad, hingga komponen yang membutuhkan ketahanan terhadap korosi. Pemilihan jenis logam disesuaikan dengan kebutuhan bangunan dan kondisi lingkungan tempat material tersebut digunakan.
Baja Struktural (Structural Steel)
Baja struktural digunakan sebagai rangka utama bangunan, seperti balok (beam), kolom (column), gording, dan kuda-kuda atap. Material ini juga banyak digunakan pada bangunan bertingkat tinggi.
Baja struktural memiliki kekuatan untuk menahan beban dan dapat dikerjakan melalui proses pengelasan, penyambungan baut, maupun pemotongan. Penggunaannya perlu memperhatikan perencanaan struktur, ukuran profil, serta perlindungan terhadap korosi dan api sesuai kebutuhan bangunan.
Baja Tulangan (Rebar atau Reinforcing Steel)
Baja tulangan digunakan pada beton bertulang, seperti pondasi, kolom, balok, dan pelat lantai. Material ini membantu menahan gaya tarik yang tidak dapat ditahan beton secara optimal.
Baja tulangan tersedia dalam bentuk baja ulir (deformed bar) dan baja polos (plain bar). Baja ulir memiliki permukaan berulir untuk membantu ikatan dengan beton, sedangkan baja polos memiliki permukaan relatif halus dan digunakan sesuai kebutuhan perencanaan struktur.
Aluminium
Aluminium digunakan untuk kusen pintu dan jendela, panel fasad seperti Aluminium Composite Panel (ACP), curtain wall, serta saluran ventilasi. Material ini juga digunakan pada berbagai elemen bangunan yang membutuhkan bobot relatif ringan.
Aluminium memiliki ketahanan korosi yang baik, mudah dibentuk, dan tersedia dalam berbagai pilihan warna serta hasil akhir permukaan. Karakteristik tersebut membuatnya banyak digunakan pada bangunan dengan desain modern.
Besi Cor (Cast Iron) dan Besi Tempa (Wrought Iron)
Besi cor dan besi tempa memiliki karakteristik serta penggunaan yang berbeda pada bangunan.
Besi cor (cast iron) digunakan untuk penutup manhole, komponen drainase, dan jenis pipa tertentu. Material ini memiliki ketahanan tekan yang baik, tetapi cenderung getas sehingga kurang sesuai untuk kondisi yang membutuhkan deformasi besar sebelum patah.
Besi tempa (wrought iron) secara tradisional digunakan untuk pagar hias, railing tangga, dan elemen dekoratif interior maupun eksterior. Material ini dapat dibentuk menjadi berbagai pola. Namun, istilah besi tempa pada produk dekoratif masa kini tidak selalu menunjukkan bahwa material tersebut dibuat melalui proses tempa tradisional.
Tembaga (Copper)
Tembaga digunakan dalam instalasi kabel listrik, sistem perpipaan air bersih dan air panas tertentu, atap khusus, serta komponen penangkal petir. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan instalasi dan spesifikasi material.
Tembaga merupakan penghantar listrik dan panas yang baik serta memiliki ketahanan korosi. Permukaannya dapat berubah warna seiring waktu akibat terbentuknya lapisan patina.
Seng (Zinc) dan Baja Berlapis Pelindung
Seng digunakan pada lembaran atap, talang air, dan sebagai lapisan pelindung logam. Dalam penggunaannya, baja sering diberi lapisan seng melalui proses galvanisasi untuk membantu melindunginya dari korosi.
Baja galvanis menggunakan lapisan seng, sedangkan baja galvalum umumnya menggunakan lapisan campuran aluminium, seng, dan sejumlah kecil silikon. Keduanya digunakan pada produk seperti atap dan rangka tertentu. Ketahanannya bergantung pada komposisi lapisan, ketebalan, dan kondisi lingkungan.
Stainless Steel (Baja Tahan Karat)
Stainless steel digunakan untuk railing tangga dan balkon, aksesori pintu dan jendela (hardware), pelapis dinding, serta komponen bangunan yang membutuhkan ketahanan korosi.
Ketahanan korosinya berasal dari kandungan kromium yang membentuk lapisan pasif pada permukaan baja. Tingkat ketahanannya berbeda-beda menurut komposisi material. Untuk lingkungan dengan paparan garam atau kondisi korosif tinggi, jenis stainless steel perlu dipilih sesuai kondisi penggunaannya.